Monday, October 1, 2012

Pasangan Baru

Jeremy dan Yori memutuskan untuk membangun sebuah hubungan setelah mereka tahu bahwa mereka saling menyukai satu sama lain. Yori merasa menjadi orang yang paling beruntung karena dia mendapatkan Jeremy sebagai pasangannya. Jeremy pun merasakan hal yang sama, dari saat Jeremy melihat Yori, Jeremy tahu kalau dia sedang jatuh cinta. Mereka sudah bersama selama 1 tahun hingga saat ini. 6 bulan lalu ibu Yori meninggal dalam keadaan tidur. 6 bulan belakangan adalah waktu-waktu terberat Yori karena dia sudah tidak memiliki orang tua lagi. Kakaknya yang di New York pun saat ini sudah kembali karena banyak kerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Yori sungguh beruntung memiliki Jeremy yang selalu ada disampingnya.

Untungnya harta warisan kedua orang tua Yori lumayan banyak sehingga bisa membiayai kuliah Yori yang sudah berada di semester 7 dan sebentar lagi Yori akan membuat skripsi. Jeremy yang satu tahun lebih tua sudah lulus dan sekarang bekerja di perusahaan keluarganya. Jeremy memutuskan untuk tinggal bersama Yori karena dia tidak mau orang yang dia sayang merasa kesepian. Tetapi Yori menolak, Yori menolak karena kakaknya masih tidak tahu mengenai Yori yang ternyata adalah gay. Yori takut kakaknya tahu dan tidak bisa menerima keadaan Yori yang gay.

Jeremy dengan berat hati untuk menerima keputusan Yori yang ingin tinggal sendiri. Tetapi Jeremy yang terlalu sayang ke Yori memutuskan untuk pindah rumah yang lebih dekat dengan Yori. Akhirnya Jeremy mendapatkan rumah yang berjarak hanya beberapa meter dari rumah Yori. Seperti biasa, hari itu hari senin, Jeremy berangkat ke kantor dan sebelum berangkat dia menelepon Yori. Telepon Yori berdering, "Halo." jawab Yori.

"Selamat pagi sayang, kamu udah bangun?" sapa Jeremy

"Baru aja, kamu kok belum berangkat?"

"Iya, ini mau berangkat. Kamu mau bareng ga? Ada kuliah ga hari ini?"

"Aku ga ada kuliah hari ini, lagi pula kamu kan udah telat. Buruan berangkat!"

"Iya iya, ya udah tidur lagi sana!"

"Okay, bye sayang!"

"Bye"

Lalu Jeremy memacu mobilnya ke kantor. Yori yang terbangun karena telepon Jeremy memutuskan untuk bangun dari tempat tidurnya. Dia duduk sebentar di pinggir tempat tidurnya dan memandangi foto ibunya yang sedang memegang tangan Yori pada saat dia masih kecil. Yori rindu ibunya yang selalu sayang kepada dirinya dan menjadi single mom yang selalu membuat Yori bangga. Hari ini rencana Yori mengerjakan bab satu skripsinya tetapi dia merasa tidak ada inspirasi dan akhirnya dia memutuskan untuk tidak melakukan apa-apa.

Hari semakin siang, siang berganti sore, dan datanglah malam. Yori yang seharian menonton DVD dikejutkan oleh dering handphone nya. Saat dia menghampiri handphone nya yang ada di kamar, dia melihat dilayar tertulis "My Prince". Segera dia menjawab telepon itu, "Hai sayang, ada apa?"

"Sayang, kamu 3 hari kedepan ada acara ga?" tanya Jeremy.

"Ngga ada, kenapa emangnya?"

"Aku mau ke Bali sama kamu, berdua. Malam ini..."

"HAH? Kamu aneh ah! Kamu dimana?"

"Aku udah di jalan pulang, mau packing terus berangkat. Kamu siap-siap ya."

"Kamu serius? Kok tiba-tiba sih?"

"Iya, aku bosen. Ya? Pokoknya aku dateng udah siap ya?!"

"Hmm, ya udah. Aku packing dulu."

"Okay, see you babe!"

Lalu Jeremy menutup teleponnya dan Yori bersiap-siap dalam sekejap. Satu jam kemudian, Jeremy sudah berada di depan rumah Yori. Yori segera memasukkan koper-kopernya kebagasi mobil dan segera memacu mobilnya ke bandara. Setelah mereka melalui penerbangan selama 2 jam, akhirnya mereka sampai. Jam menunjukkan waktu 1 pagi waktu lokal. Mereka segera menuju ke penginapan yang sudah disiapkan oleh Jeremy. Dengan mobil dari penginapan yang mereka singgahi, mereka menuju ke penginapan. Jeremy tertidur di mobil karena dia sangat lelah.

Suara deburan ombak terdengar sayup-sayup, kicauan burung bersahutan, semilir angin pantai yang membawa masuk hawa pasir, sinar matahari yang masuk melalui jendela dan mengenai muka Jeremy yang sedang tertidur pulas membangunkan Jeremy. Dia tidak ingat bagaimana dia bisa sudah ada di atas tempat tidur. Saat dia melihat sekeliling, tidak ada siapa-siapa. Dia melihat handphone nya yang ada di samping tempat tidur, ada SMS dari Yori yang berisi, "Sayang, aku lagi berenang, see you later. Love you!". Jeremy berjalan menuju ke pintu yang tersambung dengan teras dengan pemandangan pantai yang indah. Lalu Jeremy melahap makanan yang sudah tersedia di meja teras. Saat dia sedang menyeruput kopi paginya, tiba-tiba kecupan dari Yori menyambut pipinya. "Hai sayang, selamat pagi!" sambut Yori dengan wajah segarnya. Lalu Jeremy menjawab, "Selamat Pagi sayang. Seger banget yang habis berenang?"

"Iya dong, emang kamu, tidur mulu! Hehehe."

"Aku capek banget sayang, aku aja ga tau gimana semalem kok tiba-tiba aku udah di tempat tidur. Hal terakhir yang aku inget aku masuk mobil dan tidur."

"Iya, aku sama bellboy berdua gotongan angkat kamu. Huft, kamu tuh berat tau!"

"Hahaha, maaf ya sayang, jadi ngerepotin."

"Gak apa-apa. Hari ini kamu mau kemana?"

"Hmm, rencananya sih aku mau di hotel aja, berduaan sama kamu."

"Boleh, terus kita ngapain?"

"Ya nonton kek, ngobrol, ngapain aja terserah kamu!"

"Okay, ya udah aku mau mandi dulu ya. Kamu sarapan dulu sana."

"Oke!"

Yori berlalu setelah mengecup bibir Jeremy.

Setengah jam kemudian Yori selesai, pada saat Yori melihat Jeremy, ternyata Jeremy berbaring di tempat tidur telanjang dan menaruh tangannya di kepala bagian belakangnya dengan tatapan menggoda. Yori terkejut karena dia belum siap untuk hal ini. Ya, setelah 1 tahun bersama, mereka belum pernah melakukan hubungan sex, bahkan melihat tubuh satu sama lain telanjang pun belum pernah........ (to be continued)

No comments:

Post a Comment